Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Ekonomi, menggelar serangkaian acara akademik berskala besar pada Senin, 7 April 2026. Kegiatan yang terdiri atas seminar, webinar, dan kuliah umum ini menghadirkan berbagai narasumber ahli dari institusi keuangan terkemuka dan praktisi ekonomi digital. Tema sentral acara adalah “Literasi Keuangan Digital dan Kesiapan Generasi Milenial dalam Transformasi Ekonomi 5.0,” yang dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis menghadapi perubahan lanskap ekonomi global.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi di Aula Utama Fakultas Ekonomi yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun praktisi industri. Antusiasme peserta terlihat dari ruangan yang penuh sesak, dengan sejumlah peserta rela duduk di lantai atau berdiri di samping ruangan untuk tetap dapat mengikuti acara ini. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat komunitas akademik Unismuh Kendari terhadap topik transformasi digital ekonomi yang semakin menjadi kebutuhan mendesak di era modern.
Latar Belakang dan Urgensi Acara
Penyelenggaraan seminar, webinar, dan kuliah umum ini diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan kurikulum berbasis praktik industri terkini. Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Ir. Syaiful Rahman, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas dinamika pasar kerja yang terus berubah dengan cepat, khususnya di sektor keuangan digital.
“Kami memahami bahwa mahasiswa ekonomi kami harus tidak hanya menguasai teori ekonomi klasik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang perkembangan teknologi finansial yang sedang mengubah cara masyarakat mengelola keuangan,” ungkap Dr. Syaiful Rahman dalam sambutan pembukaannya.
Pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara, menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan acara ini. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa penetrasi layanan keuangan digital di kalangan milenial dan generasi Z terus meningkat. Dengan demikian, lulusan program studi Ekonomi Unismuh Kendari diharapkan dapat menjadi aktor perubahan yang memahami sekaligus dapat beradaptasi dengan transformasi ekonomi tersebut.
Narasumber dan Materi Seminar
Acara utama dimulai dengan pembacaan makalah oleh Dr. Bambang Sutrisno, seorang ekonom senior yang pernah menjabat sebagai peneliti utama di Bank Indonesia cabang Sulawesi Tenggara selama 12 tahun. Dalam presentasinya berjudul “Transformasi Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan bagi UMKM Lokal,” Dr. Bambang Sutrisno menguraikan bagaimana teknologi blockchain dan artificial intelligence (AI) sedang mengubah ekosistem bisnis lokal.
“Kita tidak bisa lagi menganggap ekonomi digital sebagai fenomena masa depan. Saat ini, ekonomi digital sudah menjadi realitas yang harus dihadapi oleh setiap entrepreneur, termasuk UMKM di Kendari. Mahasiswa yang duduk di sini harus siap menjadi fasilitator perubahan ini di komunitas mereka masing-masing,” kata Dr. Bambang Sutrisno, yang mendapat tepuk tangan meriah dari audiens.
Sesi kedua menghadirkan Ibu Siti Nurhaliza, Head of Digital Banking Division PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kendari. Ibu Siti membawakan materi mengenai “Strategi Inklusi Keuangan Digital di Era Pasca-Pandemi.” Dalam presentasinya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan dasar sebagai fondasi sebelum masyarakat dapat memanfaatkan produk-produk perbankan digital.
“Banyak orang yang memiliki akun di berbagai aplikasi fintech, tetapi mereka tidak memahami risiko dan mekanisme kerja dari layanan tersebut. Ini adalah gap yang perlu diisi. Mahasiswa Ekonomi Unismuh Kendari berperan penting dalam melakukan edukasi ke masyarakat luas,” papar Ibu Siti dengan penuh antusiasme.
Webinar Interaktif dan Diskusi Panel
Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan webinar interaktif yang menghadirkan tiga pembicara sekaligus. Sesi pertama webinar membahas topik “Cryptocurrency dan Regulasi di Indonesia,” dengan pembicara utama Bapak Ricky Wijaya, seorang fintech consultant yang memiliki sertifikasi internasional dari Blockchain Council.
Bapak Ricky Wijaya menjelaskan berbagai aspek teknis dan regulasi terkait cryptocurrency, dengan tetap menekankan bahwa investasi di bidang ini memerlukan pemahaman mendalam dan pengelolaan risiko yang matang. Berbeda dengan persepsi umum yang menganggap cryptocurrency sebagai instrumen investasi instan untuk kaya, Bapak Ricky menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan due diligence sebelum membuat keputusan investasi.
“Saya sering bertemu mahasiswa yang antusias tentang cryptocurrency, tetapi pengetahuan mereka hanya sebatas dari video YouTube atau forum online. Itu sangat berbahaya. Saya sangat menghargai inisiatif Unismuh Kendari menghadirkan pembahasan mendalam tentang topik ini,” ujar Bapak Ricky Wijaya.
Dilanjutkan dengan sesi panel discussion berjudul “Peluang Karir di Sektor Fintech dan Ekonomi Digital,” yang menghadirkan tiga praktisi industri dari berbagai latar belakang. Peserta panel antara lain Bapak Hendro Prayogo (Direktur Operasional PT Fintech Indonesia Kendari), Ibu Dr. Dwi Retno Sari (Kepala Unit Riset Ekonomi Universitas Hasanuddin), dan Bapak Muhammad Aziz Nurdin (CEO startup lokal Solusi Bisnis Digital Kendari).
Diskusi panel ini sangat dinamis, dengan banyak pertanyaan dari mahasiswa yang antusias. Salah satu pertanyaan yang menarik adalah dari Siti Mahira, mahasiswa semester 6 Prodi Manajemen: “Bagaimana cara memilih startup teknologi keuangan yang memiliki prospek jangka panjang ketika ada banyak pilihan di pasaran?”
Bapak Hendro Prayogo merespons dengan panjang lebar, menjelaskan pentingnya menganalisis business model, profil investor, dan regulasi yang mendukung setiap startup fintech sebelum memutuskan untuk bergabung sebagai karyawan atau stakeholder.
Kuliah Umum dan Workshop
Sesi penutup acara pada sore hari adalah kuliah umum berjudul “Membangun Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan: Peran Milenial sebagai Perubah Sosial,” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Muhamad Taufiq, seorang akademisi terkemuka dari Universitas Gadjah Mada yang juga aktif dalam berbagai lembaga internasional terkait sustainable development.
Prof. Taufiq menghadirkan perspektif makro tentang bagaimana transformasi ekonomi digital dapat dimanfaatkan untuk menciptakan dampak sosial positif. Beliau mengingatkan bahwa teknologi adalah alat netral; dampaknya bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya.
“Generasi milenial dan Gen Z yang ada di sini memiliki privilege untuk memahami dunia digital sejak usia dini. Dengan privilege ini, datang tanggung jawab untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi tidak hanya menguntungkan beberapa pihak saja, tetapi juga dapat membawa kemakmuran yang inklusif,” kata Prof. Taufiq, yang juga mengajak audiens untuk berpikir kritis tentang dampak negatif potensial dari transformasi ekonomi digital, seperti kesenjangan digital dan automatisasi yang menghilangkan lapangan kerja.
Setelah kuliah umum, peserta yang tertarik dapat mengikuti workshop gratis yang diadakan secara paralel di berbagai ruangan. Workshop pertama adalah “Personal Finance Management Using Digital Tools,” yang dipandu oleh tim dari OJK Kendari. Workshop kedua adalah “Digital Marketing untuk UMKM,” yang dipandu oleh praktisi dari asosiasi e-commerce Sulawesi Tenggara. Workshop ketiga adalah “Pemahaman Dasar Pasar Modal Digital,” yang dipandu oleh tim dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Kendari.
Pernyataan dan Dampak dari Pejabat Kampus
Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari, Ibu Dr. Arti Sulistyowati, S.E., M.B.A., mengungkapkan kebanggaannya atas penyelenggaraan acara ini. Beliau melihat sinergi yang kuat antara dunia akademis dan industri sebagai kunci kesuksesan pendidikan ekonomi di era modern.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua narasumber dan mitra industri yang telah meluangkan waktu mereka untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa kami. Kolaborasi seperti ini memastikan bahwa kurikulum kami selalu relevan dengan kebutuhan industri. Kami juga berharap acara ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa kami untuk membuat koneksi dengan para profesional di bidang ekonomi digital,” kata Ibu Dr. Arti Sulistyowati.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Institusional Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Samad Umar, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Fakultas Ekonomi dalam menyelenggarakan kegiatan akademik yang berorientasi pada relevansi industri.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya akademis tetapi juga praktis dan siap berkontribusi dalam dunia kerja. Acara seperti ini adalah manifestasi nyata dari komitmen kami tersebut. Saya juga ingin mendorong fakultas-fakultas lain untuk mengadakan inisiatif serupa, karena transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga dengan semua aspek kehidupan,” ujar Prof. Dr. Samad Umar.
Partisipasi Mahasiswa dan Respons Positif
Partisipasi mahasiswa dalam acara ini mencerminkan tingginya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengembangan kompetensi di bidang ekonomi digital. Data pendaftaran menunjukkan bahwa acara ini menerima lebih dari 600 pendaftaran, jauh melebihi target awal sebesar 400 peserta.
Salah satu peserta, Budi Santoso, mahasiswa semester 7 Prodi Akuntansi, mengekspresikan kepuasannya terhadap acara ini. “Sebelumnya, saya hanya tahu fintech dari iklan-iklan di media sosial. Setelah mengikuti seminar, webinar, dan kuliah umum hari ini, saya memiliki pemahaman yang jauh lebih komprehensif tentang ekosistem ekonomi digital. Saya bahkan sudah membuat rencana untuk membuat proposal riset tentang adopsi fintech di UMKM lokal,” kata Budi dengan semangat.
Kisah serupa datang dari Eka Putri, mahasiswa semester 5 Prodi Manajemen, yang tertarik untuk mengikuti workshop Personal Finance Management. “Saya ingin belajar mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik menggunakan tools digital. Semoga ilmu ini juga bisa saya ajarkan ke keluarga dan teman-teman saya,” tambah Eka.
Dampak Jangka Panjang dan Rencana Berkelanjutan
Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Syaiful Rahman, mengungkapkan bahwa acara pada 7 April 2026 ini tidak akan menjadi kegiatan sekali jadi, tetapi akan menjadi bagian dari series tahunan. Beliau telah merencanakan beberapa follow-up program, termasuk:
Pertama, pembentukan Study Club Ekonomi Digital yang akan memfasilitasi mahasiswa untuk terus belajar dan berdiskusi tentang topik-topik terkini di bidang ekonomi digital.
Kedua, pengembangan modul kuliah baru tentang “Financial Technology and Digital Banking” yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum program studi secara bertahap.
Ketiga, kerjasama dengan industri untuk program magang dan penelitian bersama yang melibatkan mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa momentum positif yang tercipta hari ini dapat berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi pengembangan akademis dan profesional mahasiswa kami,” jelas Dr. Syaiful Rahman.
Kesimpulan
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 telah berhasil memberikan platform pembelajaran yang komprehensif tentang literasi keuangan digital dan transformasi ekonomi 5.0. Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, acara ini tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga membuka dialog konstruktif antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini, baik ditinjau dari jumlah peserta maupun kualitas konten yang disampaikan, menunjukkan bahwa ada kebutuhan nyata di masyarakat akademik untuk memahami perubahan-perubahan fundamental dalam lanskap ekonomi modern. Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Ekonomi, diharapkan dapat terus menjadi lembaga yang responsif terhadap perkembangan zaman dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era digital ini.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Penerbitan: 8 April 2026
Sumber Foto: Dokumentasi Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari