Kendari, 19 April 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara peluncuran program “Ekonomi Cerdas 2026” yang bertujuan meningkatkan literasi finansial di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum Kendari. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menandai dimulainya rangkaian aktivitas besar organisasi mahasiswa dalam semester gasal tahun akademik 2025/2026.
Latar Belakang Program dan Urgensi Literasi Finansial
Dalam era digital dan kompleksitas ekonomi modern, pemahaman akan literasi finansial menjadi semakin penting bagi semua kalangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2023, tingkat literasi finansial masyarakat Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, dengan persentase hanya mencapai 49,68 persen. Kondisi ini juga tercermin di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kendari.
Melihat realitas tersebut, BEM Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari merasa terpanggil untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Program “Ekonomi Cerdas 2026” dirancang sebagai respons konkret terhadap kebutuhan tersebut, dengan melibatkan berbagai elemen organisasi mahasiswa, akademisi, dan pihak eksternal.
“Kami percaya bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Literasi finansial bukan hanya tentang menabung atau berinvestasi, tetapi juga tentang membuat keputusan ekonomi yang tepat untuk masa depan yang lebih sejahtera,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari, saat memberikan sambutan pembukaan acara.
Detail Kegiatan dan Komponen Program
Program “Ekonomi Cerdas 2026” dirancang dalam beberapa fase yang akan berlangsung selama satu tahun akademik. Fase pertama, yang dimulai bulan April 2026, fokus pada sosialisasi dan edukasi dasar. Dalam fase ini, BEM bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen, HMJ Akuntansi, dan HMJ Ekonomi Pembangunan untuk menghadirkan serangkaian seminar, workshop, dan bedah buku.
“Komponen utama program ini meliputi enam pilar utama,” jelas Siti Nurhaliza, Sekretaris BEM Fakultas Ekonomi, dalam presentasi rinci tentang program. Pilar-pilar tersebut mencakup: (1) Workshop Pengelolaan Keuangan Pribadi, (2) Pelatihan Dasar Investasi dan Pasar Modal, (3) Literasi Digital Payment dan Fintech, (4) Edukasi Asuransi dan Proteksi Finansial, (5) Pemberdayaan UMKM melalui Digital Marketing, dan (6) Kompetisi Rencana Bisnis Mahasiswa.
Salah satu keunggulan program ini adalah keterlibatan langsung dari praktisi industri keuangan dan pengusaha lokal. BEM telah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga keuangan terkemuka, termasuk Bank BRI Kendari, Bank Mandiri Cabang Kendari, serta beberapa startup fintech yang sedang berkembang di Sulawesi Tenggara.
Respons Positif dari Pimpinan Akademik
Dr. Muhammad Aswan, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diambil oleh BEM. Dalam wawancara eksklusif, beliau menekankan pentingnya keselarasan antara kegiatan akademik formal dan ekstrakurikuler.
“Ini adalah contoh nyata dari komitmen Fakultas Ekonomi dalam mewujudkan visi universitas untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Program ini menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa kami bekerja dengan seksama dan terstruktur,” ujar Dr. Aswan, yang juga menjadi pembimbing akademik program ini.
Lebih lanjut, Dekan menyatakan bahwa pihak Fakultas akan memberikan dukungan penuh, baik berupa fasilitas kampus maupun koordinasi dengan mitra eksternal. “Kami juga akan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan tercatat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat,” tambahnya.
Keterlibatan Organisasi Mahasiswa Lainnya
Kesuksesan program “Ekonomi Cerdas 2026” tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas organisasi. Selain BEM, terdapat setidaknya delapan organisasi mahasiswa yang turut terlibat dalam pelaksanaan program ini. Setiap organisasi memiliki peran spesifik sesuai dengan keahlian dan fokus mereka.
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi, yang dipimpin oleh Yusuf Fadillah, bertindak sebagai koordinator pengawasan dan evaluasi program. “DPM memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan sejalan dengan standar kualitas dan nilai-nilai akademis Universitas Muhammadiyah Kendari,” jelas Yusuf dalam sesi diskusi panel.
Sementara itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Koperasi Mahasiswa (Kopma), Klub Entrepreneur, dan Media Massa Mahasiswa juga memiliki kontribusi signifikan. Kopma akan menyediakan dukungan logistik dan manajemen dana program, sementara Klub Entrepreneur akan memfasilitasi kompetisi rencana bisnis dengan memberikan mentoring kepada peserta.
Testimoni dan Harapan Mahasiswa
Antusiasme mahasiswa terhadap program ini sangat tinggi. Dari survei awal yang dilakukan oleh BEM, tercatat bahwa 87 persen mahasiswa Fakultas Ekonomi menyatakan ketertarikan mereka untuk mengikuti salah satu atau beberapa kegiatan dalam program “Ekonomi Cerdas 2026”.
“Saya sangat tertarik dengan workshop investasi dan pasar modal. Sejak awal, saya ingin belajar tentang cara menginvestasikan uang saku saya secara cerdas. Program ini datang tepat waktu,” ujar Putri Aulia, mahasiswa Jurusan Manajemen Semester 4, yang antusias mengikuti penjelasan program.
Serupa halnya dengan Arief Rahman, mahasiswa Jurusan Akuntansi Semester 6. “Sebagai calon lulusan, saya melihat program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa aktif, tetapi juga bagi kami yang sudah memasuki tahap akhir perkuliahan. Pengetahuan tentang literasi finansial akan sangat berguna ketika kami memasuki dunia kerja,” ungkapnya dengan optimis.
Dampak Jangka Panjang dan Target Jangkauan
BEM Fakultas Ekonomi menetapkan target yang ambisius namun realistis untuk program ini. Dalam fase pertama (April-Juni 2026), target jangkauan adalah minimal 500 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Sementara untuk fase kedua (Juli-Desember 2026), target diperluas hingga mencakup 1000 peserta yang berasal dari mahasiswa dan masyarakat umum.
“Kami juga memiliki rencana untuk membawa program ini ke tingkat kota dengan mengadakan serangkaian seminar publik di beberapa pusat perbelanjaan dan komunitas bisnis di Kendari. Harapannya, dalam kurun waktu satu tahun, minimal 2000 orang dari berbagai kalangan bisa mendapatkan manfaat dari inisiatif kami,” terang Muhammad Rizki Pratama dengan penuh semangat.
Tidak hanya berfokus pada jumlah peserta, BEM juga mengukur dampak program melalui indikator kualitatif. Tim riset internal BEM akan melakukan pre-test dan post-test kepada semua peserta untuk mengetahui peningkatan pengetahuan finansial mereka sebelum dan sesudah mengikuti program.
Tantangan dan Strategi Pengatasan
Tentu saja, pelaksanaan program sebesar ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran. Sebagai organisasi mahasiswa yang mengandalkan iuran anggota dan hibah dari institusi, BEM harus pintar mengalokasikan sumber daya.
“Kami mengatasi tantangan ini dengan mengembangkan partnership strategis dengan pihak ketiga. Dengan bermitra bersama lembaga keuangan dan perusahaan swasta, biaya penyelenggaraan dapat dibagi dan efisiensi anggaran dapat ditingkatkan,” jelaskan Tri Sasongko, Bendahara BEM Fakultas Ekonomi.
Tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi kualitas di tengah beragamnya latar belakang peserta dan narasumber. Untuk itu, BEM telah menyiapkan panduan terstruktur, materi yang telah dikurasi oleh dosen-dosen Fakultas Ekonomi, dan sistem pelatihan untuk semua fasilitator program.
Dukungan Universitas dan Harapan ke Depan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Andi Suliman, dalam pesan tertulis yang disampaikan melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, menyatakan apresiasi mendalam terhadap inisiatif mahasiswa ini. “Program ‘Ekonomi Cerdas 2026’ adalah manifestasi nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Saya yakin program ini akan menjadi flagship kegiatan mahasiswa di tahun ini,” tulis Prof. Dr. Andi Suliman.
Lebih jauh, Universitas berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif sejenis di masa depan, termasuk menyediakan ruang, fasilitas, dan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan program-program inovatif yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat.
Kesimpulan
Program “Ekonomi Cerdas 2026” yang diluncurkan oleh BEM Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan langkah strategis dan terukur dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, menerapkan metodologi pembelajaran yang beragam, dan menetapkan target yang jelas, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif jangka panjang.
Melalui program ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menunjukkan kapasitas akademis mereka, tetapi juga tanggung jawab sosial sebagai calon pemimpin dan profesional masa depan. Ke depannya, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi organisasi mahasiswa di institusi pendidikan lainnya, serta berkontribusi signifikan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kendari.
(Penulis: Tim Jurnalis Kampus | Editor: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari)