KENDARI – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) melalui mahasiswanya dari Fakultas Ekonomi. Dua mahasiswa berprestasi, Rahmad Wijaya (21) mahasiswa Program Studi Manajemen semester VI dan Siti Nurhaliza (20) mahasiswa Program Studi Akuntansi semester V, berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Entrepreneur Muda Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) di Jakarta, pada tanggal 15 April 2026 lalu.
Pencapaian ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam pengembangan ekosistem wirausaha muda. Kedua mahasiswa tersebut berhasil mengalahkan ratusan peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia dengan menghadirkan ide bisnis inovatif di sektor agroteknologi yang berkelanjutan.
Latar Belakang Kompetisi dan Persiapan
Kompetisi Entrepreneur Muda Nasional 2026 merupakan ajang tahunan yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh nusantara. Kompetisi ini dirancang untuk memberikan platform bagi generasi muda mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide bisnis kreatif, inovatif, dan berkelanjutan. Para peserta diminta untuk mempresentasikan konsep bisnis mereka lengkap dengan analisis pasar, proyeksi keuangan, dan strategi pemasaran yang matang.
Rahmad Wijaya dan Siti Nurhaliza memulai perjalanan mereka dalam kompetisi ini sejak awal Februari 2026. Keduanya mengembangkan sebuah platform digital bernama “AgriTech Sultra” yang menghubungkan petani lokal di Sulawesi Tenggara dengan pasar nasional melalui sistem e-commerce yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk monitoring kualitas hasil pertanian secara real-time.
Proses pengembangan ide bisnis ini melibatkan bimbingan intensif dari dosen-dosen di Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari, khususnya dari para pembimbing akademik mereka. Selain itu, kedua mahasiswa ini juga aktif dalam mengikuti workshop dan pelatihan entrepreneur yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga terkait serta aktif terlibat dalam berbagai komunitas startup lokal.
“Kami menghabiskan waktu hampir tiga bulan untuk menyempurnakan setiap detail dari proposal bisnis kami. Mulai dari riset pasar, analisis kompetitor, hingga mempersiapkan presentasi yang menarik dan persuasif,” ungkap Rahmad Wijaya dalam wawancara eksklusif dengan media kampus, Kamis (17/4/2026), di Ruang Dekanat Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari.
Konsep Bisnis "AgriTech Sultra" yang Menang
Platform “AgriTech Sultra” yang dikembangkan oleh Rahmad dan Siti dirancang untuk mengatasi gap antara produksi pertanian lokal dengan permintaan pasar nasional. Melalui platform ini, petani dapat langsung menjual hasil pertanian mereka tanpa harus melalui intermediaries yang sering kali mengurangi margin keuntungan mereka.
Aspek inovasi dalam ide bisnis ini terletak pada integrasi teknologi IoT yang memungkinkan monitoring real-time terhadap kondisi hasil pertanian, mulai dari tingkat kelembapan, suhu, hingga tingkat kesegaran produk. Data-data ini kemudian disampaikan kepada pembeli potensial melalui aplikasi mobile yang user-friendly, sehingga transparansi kualitas produk dapat terjamin.
“Konsep kami sebenarnya lahir dari observasi langsung terhadap permasalahan yang dihadapi petani di daerah Kendari dan sekitarnya. Banyak petani yang kesulitan memasarkan hasil panen mereka dengan harga yang layak. Kami ingin memberdayakan mereka melalui teknologi,” jelas Siti Nurhaliza dengan antusiasme.
Proyeksi finansial yang mereka ajukan juga sangat realistis. Dalam proposal mereka, Rahmad dan Siti memproyeksikan break-even point dapat dicapai dalam 18 bulan setelah operasional, dengan target pertumbuhan pengguna sebesar 30% per kuartal. Mereka juga telah mengidentifikasi sumber pendanaan dari berbagai investor potensial dan program akselerator startup yang tersedia.
Perjalanan di Kompetisi Nasional
Perjalanan Rahmad dan Siti menuju juara pertama tidak mudah. Mereka harus melalui beberapa tahap eliminasi sebelum masuk ke babak final. Tahap pertama adalah seleksi administratif yang ketat, diikuti dengan pitch presentation di tingkat regional pada awal April 2026 di Makassar, di mana mereka berhasil menjadi salah satu dari tiga tim yang lolos ke babak nasional.
Pada babak final yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada tanggal 14-15 April 2026, mereka harus berpresentasi di depan panel juri yang terdiri dari para praktisi bisnis berpengalaman, investor venture capital, dan akademisi ternama. Sesi presentasi berlangsung selama 10 menit, diikuti dengan sesi tanya-jawab dengan juri selama 15 menit.
“Saat menjelang presentasi di babak final, kami tentu merasa gugup. Pesaing kami adalah tim-tim dari universitas-universitas top seperti UI, ITB, USU, dan Unair. Namun, kami percaya bahwa ide kami solid dan relevan dengan kebutuhan pasar,” kata Rahmad, mengingat momen tegang sebelum penampilan mereka di panggung utama.
Pihak juri memberikan apresiasi tinggi terhadap ide bisnis AgriTech Sultra. Menurut informasi yang diperoleh, juri memuji originalitas ide, kedalaman riset pasar, validitas model bisnis, serta potensi dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi masyarakat petani lokal.
Reaksi dan Apresiasi dari Pihak Universitas
Pencapaian gemilang ini mendapat sambutan luar biasa dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Eng. Muhammad Rafi, S.E., M.M., menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh kedua mahasiswa tersebut.
“Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Unismuh Kendari, khususnya dari Fakultas Ekonomi, memiliki kompetensi dan daya kreativitas yang tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi ternama di pulau Jawa. Rahmad dan Siti telah menunjukkan bahwa inovasi dan semangat entrepreneur tidak mengenal batasan geografis,” ungkap Dr. Muhammad Rafi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Gedung Rektorat Unismuh Kendari, Rabu (16/4/2026).
Lebih lanjut, Dekan Rafi menambahkan bahwa Fakultas Ekonomi akan terus mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam kompetisi-kompetisi akademik bergengsi baik di tingkat regional maupun nasional. “Kami juga akan menyediakan infrastruktur dan dukungan akademik yang lebih baik lagi untuk mengakomodasi mahasiswa-mahasiswa berbakat yang ingin mengembangkan ide bisnis mereka,” lanjutnya.
Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., juga turut memberikan apresiasi melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Rahmad dan Siti. Dalam surat tersebut, Rektor mengundang kedua mahasiswa untuk mendiskusikan bagaimana ide bisnis mereka dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan penuh dari universitas, termasuk melalui incubation hub yang sedang dikembangkan oleh Unismuh Kendari.
“Kami melihat potensi besar dari konsep AgriTech Sultra ini. Universitas siap memberikan dukungan finansial, mentoring, dan akses ke network investor untuk membantu Rahmad dan Siti mewujudkan startup mereka,” kata Prof. Taufiq dalam pernyataan tertulisnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pencapaian Rahmad dan Siti diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan ekosistem startup dan entrepreneur di Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Dengan adanya contoh nyata dari mahasiswa lokal yang berhasil di tingkat nasional, diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk turut mengembangkan ide-ide bisnis inovatif.
Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Suryadi, S.E., M.B.A., menyatakan bahwa prestasi ini akan dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat kurikulum yang berbasis entrepreneur. “Kami akan lebih mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dalam setiap mata kuliah yang kami tawarkan. Tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung melalui project-based learning dan mentoring dari praktisi bisnis,” jelasnya.
Sementara itu, Rahmad dan Siti belum menutup kemungkinan untuk benar-benar mewujudkan ide bisnis AgriTech Sultra mereka ke dalam bentuk startup yang operasional. Mereka tengah melakukan diskusi dengan pihak universitas dan mencari investor potensial untuk tahap pendanaan awal.
“Target kami dalam enam bulan ke depan adalah mendaftarkan startup kami secara resmi dan melakukan pilot project di beberapa daerah pertanian di Sulawesi Tenggara. Jika berjalan baik, kami optimis dapat scale up operasional pada tahun depan,” kata Siti dengan percaya diri.
Kedua mahasiswa ini juga telah menerima berbagai penawaran menarik dari beberapa lembaga akselerator startup dan investor venture capital yang tertarik dengan ide bisnis mereka. Namun, mereka masih fokus menyelesaikan perkuliahan sambil secara paralel mengembangkan konsep bisnis mereka lebih lanjut.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh Rahmad Wijaya dan Siti Nurhaliza dari Fakultas Ekonomi Unismuh Kendari menjadi pencerahan bagi dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat dari institusi pendidikan, mahasiswa dari daerah dapat bersaing dengan rekan-rekan mereka dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia.
Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, meskipun merupakan perguruan tinggi swasta di daerah, memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan kualitas akademik dan mendorong inovasi di kalangan mahasiswanya. Diharapkan bahwa kesuksesan Rahmad dan Siti dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa lagi untuk berani bermimpi dan mengaktualisasikan ide-ide cemerlang mereka.
Ke depannya, semoga ekosistem entrepreneur di Kendari dan Sulawesi Tenggara terus berkembang, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Ekonomi, akan terus menjadi inkubator bagi generasi entrepreneur muda yang siap menghadapi tantangan bisnis di era digital ini.
—
Artikel ini disusun berdasarkan wawancara dengan Rahmad Wijaya, Siti Nurhaliza, Dr. Muhammad Rafi (Dekan Fakultas Ekonomi), dan Prof. Dr. H. Muhammad Taufiq (Rektor Unismuh Kendari), serta dokumen resmi dari penyelenggara kompetisi Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI).